Stop Makan Mie Instant atau Kurangin Frekuensinya – Vege Serum

Mie Instan begitu kita mendengar langsung terbayang enaknya, aromanya yang khas menggugah selera. Apalagi tayangan iklannya di televisi hmmm…sangat meyakinkan sepertinya makanan ini paling enak di dunia. Makanan ini memang sudah begitu populer di mana-mana, mulai anak kecil hingga dewasa menyukainya. Bahkan makanan ini sudah menjadi kudapan favorit bagi sebagian orang, karena mudah dan cepat memasaknya.

stop-makan-mie-instant-atau-kurangin-frekuensinya-01

Mie instan atau ramen, pertama kali ditemukan di Jepang dan saat ini banyak sekali varian mie yang tersedia di pasaran. Tapi tahukah anda bahwa makanan ini sangat berbahaya bagi kesehatan, apalagi kalau kita mengkonsumsinya dalam jumlah banyak dan terus menerus.

Di dalam mie instan terkandung zat adiktif  yang berbahaya bagi tubuh  seperti natrium polifosfat, natrium karbonat, kalium karbonat, tartazine/zat pewarna dan MSG. Natrium polifosfat, adalah zat yang berfungsi untuk mengemulsi atau penyeimbang dalam pembuatan mie.

Monosodium Glutamat/MSG, merupakan zat yang berfungsi untuk memberi rasa gurih/penguat rasa pada mie. Natrium karbonat dan kalium karbonat, adalah zat yang berfungsi mengatur keasaman mie.Tartazine/zat pewarna, yang digunakan untuk memberi warna pada makanan.

Selain kandungan tersebut di atas, banyak pedagang nakal yang menambahkan zat-zat berbahaya lainnya ke dalam adonan mie misalnya lilin dan borax atau formalin agar mie bisa tahan lama dan tidak berjamur. Belum lagi bumbu-bumbu yang ada dalam setiap bungkus mie instan biasanya mengandung penguat rasa yang cukup tinggi.

Mie instan juga mengandung TBHQ, adalah bahan kimia sintetik yang mempunyai sifat antioksidan (bukan antioksidan alami). Bahan kimia ini mencegah oksidasi lemak dan minyak, sehingga memperpanjang masa simpan makanan olahan. Ini adalah bahan yang umum digunakan pada makanan olahan seperti nugget, sosis, pizza beku dan lain-lain.

Setelah kita tahu kandungan apa saja yang ada dalam mie instan, nah sekarang apa bahayanya mengkonsumsi mie instan?

Sindrom Metabolik.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Korea Selatan terhadap 11.000 orang dewasa usia 19-64 tahun. Didapati hasil bahwa mereka yang mengkonsumsi mie instan 2-3 bungkus setiap minggunya mengalami peningkatan sindrom metabolik lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi mie instan dengan jumlah lebih sedikit atau tidak mengkonsumsi sama sekali.

Sindrom metabolik adalah kumpulan gangguan metabolik yang menandakan seseorang lebih beresiko mengidap penyakit Diabetes Melitus (DM), penyakit jantung/pembuluh darah dan stroke.Kanker. Zat adiktif MSG dalam mie instan dapat memicu pertumbuhan kanker dalam tubuh. Dalam banyak kasus kita banyak menjumpai mie yang dicampur dengan lilin agar tampilan mie lebih menggugah selera, kenyal dan tahan lama.

Ketika lilin masuk ke dalam tubuh, butuh waktu lebih dari 2 jam untuk mencernanya. Bisa dibayangkan jika lilin ini menumpuk dalam perut kita ditambah dengan MSG dan zat pewarna yang tidak ramah terhadap tubuh kita.

mie-instan-vege-serum

Merusak Jaringan Otak.

Kandungan nutrisi dalam mie instan yang sangat minim tidak setimpal dengan bahayanya. Zat-zat kimia  terutama MSG yang terkandung pada setiap bungkus mie instan yang masuk dalam tubuh kita, akan merusak fungsi jaringan otak secara perlahan. Jauhkan anak anda dari mengkonsumsi mie instan, jika tidak anda harus siap dengan anak yang sulit konsentrasi dalam berpikir dan menyerap pelajaran. MSG juga penyebab Alzheimer, Parkinson dan lain sebagainya. vege serum

Obesitas atau kegemukan.

Kandungan kalori makanan dengan bahan dasar tepung ini sangat tinggi. Dengan takaran 75 gr mie instan mengandung energi 360 kkal, karbohidrat 45 gr, lemak 16 gr, natrium 110 gr, protein 8 gr  dan serat 2 gr. Dengan komposisi seperti di atas, artinya mengkonsumsi 1 bungkus mie instan sudah memenuhi kebutuhan kalori namun kebutuhan nutrisi lain sangat rendah. Kandungan serat yang hanya 2 gr akan memberi masalah pada pencernakan anda. Kandungan tepung yang tinggi akan diproses menjadi gula dan disimpannya sebagai cadangan makanan berupa lemak.

Kekurangan Gizi.

Mie instan sangat rendah kandungan serat dan proteinnya. Mengkonsumsi mie instan dalam jangka panjang menyebabkan kekurangan asupan nutrisi yang penting bagi tubuh. Ini juga berhubungan dengan menurunnya daya ingat dan kekebalan tubuh. Tubuh menjadi rentan terhadap berbagai penyakit. Jangan terlena dengan rasa gurih pada mie instan, karena itu berarti kandungan natriumnya tinggi dan natrium adalah salah satu pemicu tekanan darah tinggi.

Bagaimana sebaiknya menyiasati bahaya mie instan jika anda sudah terlanjur menjadikan makanan ini sebagai makanan favorit?. Kurangi resiko-resiko yang mungkin terjadi dengan cara mengolah mie instan secara benar.

Kurangi bumbu instan yang ada.

Seperti dijelaskan di atas bahwa bumbu mie instan mengandung MSG atau penguat rasa, ini yang tidak baik untuk tubuh. Atau anda bisa menggantinya dengan bumbu buatan sendiri yang alami dan lebih aman.

Buang air rebusan mie.

Ketika anda membuat mie kuah, jangan gunakan air rebusannya sebagai kuah. Tiriskan mie yang sudah direbus dan ganti kuahnya dengan air panas yang baru, karena pada beberapa kasus mie instan mengandung lilin.

Tambahkan topping sayuran segar, ayam, daging atau telur untuk mencukupi nutrisi harian anda.

Menyiasati komposisi mie instan yang rendah gizi alangkah bijak jika anda menambahkan nilai gizinya. Jangan makan mie instan dengan nasi. Mie instan adalah karbohidrat, jika anda menambahkan nasi maka anda makan dobel karbohidrat. Ini akan membuat anda cepat gemuk dan kadar gula dalam darah juga akan cepat naik.

stop-makan-mie-instant-atau-kurangin-frekuensinya-02

Batasi makan mie instan – Vege Serum

Meskipun anda sangat menyukai makanan ini, bukan berarti anda harus menyantapnya setiap hari. Prioritaskan hidup sehat.Nah, masih mau makan mie instan setelah tahu bahayanya. Sikapi dengan bijaksana, beralihlah ke hidup sehat.